Sabtu, 26 Januari 2013

TEATER SYAHID GOES TO BADUY LUAR (Bagian.1)



Minggu pagi itu begitu cerah saat kami berangkat dari ciputat untuk menuju stasiun pondok ranji. Kami tiba di stasiun sekitar jam 8 pagi. Stasiunnya belum begitu riuh oleh penumpang. Baru hanya ada beberapa pedagang yang ingin menjajakan dagannya. Sontak saat kami baru tiba semua mata seakan tertuju pada kami. Jelas saja semua orang penasaran kami mau kemana, soalnya kami datang berombongan dengan membawa tas gunung dan perlengkapan seperti ingin camping. Saat itu kereta kami terlambat tiba di stasiun karena ada hambatan di stasiun lain. Di jadwal kami seharusnya berangkat pukul sembilan pagi namun akhirnya molor menjadi jam 10 pagi. Di dalam kereta begitu penuh sesak bukan hanya oleh penumpang tapi juga pedagang yang mondar-mandir sepanjang gerbong menjajakan dagangannya. Karena kami rombongan dan kereta sudah amat penuh akhirnya kami berpencar berbeda gerbong.
Saat di perjalanan menuju stasiun rangkasbitung aku memperhatikan orang-orang di sekelilingku, mereka berasal dari kelas sosial yang berbeda tapi berbaur dalam satu gerbong itu. Sungguh pengalaman baru bagi aku berdesak-desakan dengan banyak orang di dalam kereta. Setelah melalui dua jam perjalanan kami akhirnya tiba di stasiun rangkas. Saat itu pukul 12.00 hari sudah semakin siang dan matahari makin mengarah ingin bersembunyi di balik awan. Saat tiba di stasiun kami istirahat sejenak melepas penat sepanjang perjalanan. Kami makan siang bersama di pinggiran rel kereta. Tepat pukul 13.00 kami berkumpul dan berdoa untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Perjalan inilah perjalan kami sesungguhnya. Rutenya kami jalan kaki dari stasiun rangkas menuju pasir roko, desa cimarga. Perjalanannya lumayan jauh. Di sepanjang perjalanan banyak yang bertanya kami hendak kemana. Kami jawab saja ingin ke baduy dan kebanyakan orang kaget dan malah menyarankan kami naik angkutan umum. Kami hanya mengiyakan saja saran mereka.
Di perjalanan langit cukup bersahabat, matahari bersinar tidak begitu terik. Di awal perjalan aku cukup bersemangat namun di pertengahan merasa perjalanan ini lumayan juga yah rasanya gregetan ingin cepat-cepat tiba di camp 1. Di tengan perjalanan kami mendapat materi improvisasi di sebuah lembah perbukitan. Pemandangannya begitu indah. Ada sungai dan mata air yang mengalir dari balik bukit. Suasananya begitu hening. Kami di instruksikan untuk menikmati apa yang ada disitu dan merasakan energi yang di berikan semesta untuk kami melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu kami melanjutkan lagi perjalanan melewati beberapa desa dan akhirnya sekitar pukul 17.30 kami tiba di camp 1.
Sungguh alhamdulillah setelah melalui perjalanan yang panjang dan berbagai rintangan di jalan kami bisa tiba di camp dengan selamat dan sehat. Saat tiba di camp kami langsung di instruksikan untuk mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam kami. Karena sekelompok aku hanya berempat kami membagi tugas dua orang yang mendirikan tenda dan dua orang yang memasak. Aku kebagian tugas untuk memasak. Sungguh karena ini pengalaman pertama aku memasak nasi tanpa menggunakan magiccom nasinya tidak matang dan malah berasa beras. Akhirnya kami berempat hanya makan indomie malam itu.
Setelah makan kami berkumpul untuk mendapat materi selanjutnya. Kami membentuk lingkaran dan disuruh untuk memilih benda yang mewakili perasaan kami terhadap perjalanan ini. Ada pipa warna hijau yang melambangkan menyatu dengan alam, plastik putih melambangkan memperoleh teman baru, plastik hitam melambangkan lelah dan kesakitan, dan terakhir keris melambangkan kemarahan. Tiap-tiap orang memilih barang yang berbeda, ada yang memilih 2 barang bahkan ada yang memilih keempatnya yang mewakili perasaan dia. Setelah itu kami di suruh untuk mengitari teman-teman kami dan menatap matanya langsung dan berbicara melalui tatapan mata apa yang kamu rasakan sebenarnya ke dia. Disini kebanyakan dari kami emosinya meluap sampai matanya tidak dapat lagi membendung air mata. Sungguh bercampur aduk saar menatap mata teman-teman yang beberapa bulan ini baru kami kenal namun kami sudah begitu akrab dengan intensitas ketemu yang hampir tiap hari apalagi menjelang perjalanan ini. Di sesi ini kami di harapkan untuk jujur mengenai ekspresi mata karena hanya mata yang di tuntut untuk berbicara dan menyampaikan perasaan kami. Setelah sesi ini kami melanjutkan ke materi selanjutnya.
Materi kedua ini namanya gerak naluri. Pertama kami di suruh untuk rileks dan beberapa orang di tunjuk untuk mulai terlebih dahulu. Saat maju ketengah kami disuruh fokus dan membayangkan ada dua titik di telapak tangan kami terserah itu berbentuk apa. Setelah itu kami di tuntut untuk bergerak tetapi tidak menggunakan otak melainkan naluri yang menggerakkan kami. Kebanyakan gerakannya begitu liar dan menunjukkan kemarahan karena perjalanan yang begitu melelahkan ini. Dari gerak naluri ini kami merasakan rasa puas dan ketenangan. Saat bergerak ini kami melepaskan kepenatan setelah berjalan hampir 5 jam. Sungguh luar biasa dan setiap dari kami memiliki gerakan dengan maksud yang berbeda. Setelah gerak naluri, kami di ajarkan rileksasi untuk merilekskan setiap bagian dari tubuh kami baik yang di luar maupun yang didalam. Saat sesi ini ada beberapa orang yang sampai tertidur saking rileksnya. Namun ada juga yang tidak bisa fokus karena di gigit nyamuk. Setelah itu kami kembali ke tenda dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan lagi esok hari.
Pukul 4 pagi kami di bangunkan untuk melakukan pemanasan dan setelah itu sarapan lalu packing untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kali ini rute kami dari pasir roko menuju portal. Jarak tempuhnya cukup dekat namun medannya begitu menantang karena kebanyakan tanjakan. Pukul 7 pagi kami berangkat dari pasir roko. Di sepanjang perjalan banyak warga sekitar yang bertanya “neng bade kamana?” “neng, mau kemana?” “ ka baduy bu” “ke baduy bu” “baduy pan jauh neng ulah jalan kaki atuh pan aya angkot” “baduy kan jauh jangan jalan kaki kan ada angkot”, mendengar itu kami hanya tersenyum.
Di perjalanan banyak dari kami yang tumbang satu persatu dan kebanyakan itu karena tidak sanggup melalui tanjakan yang begitu banyak yang rasanya tidak ada habisnya. Ada yang pingsan bahkan ada yang asmanya kumat. Selain medan yang berat matahari saat itu juga bersinar sangat terik membakar kulit kami. Kami tiba di warung yang dekat dengan camp II itu sekitar pukul 12 siang. Disini kami beristirahat sangat lama karena ada gangguan teknis di camp yang akan kami tempati. Karena ada beberapa gangguan akhirnya camp kami di pindahkan.
Saat tiba di camp kami membersihkan dulu rumput-rumputnya lalu kami mendirikan tenda dan menaburkan garam di sekeliling tenda kami. Setelah itu kami memasak untuk makan siang. Sekitar pukul 4 sore kami berkumpul lagi untuk melanjutkan ke materi selanjutnya. Untuk menuju tempat materi kami berjalan lumayan jauh. Kami masuk ke hutan dan melalui pematang sawah akhirnya kami tiba di lokasi materi selanjutnya. Di sini kami suruh menceritakan kisah di balik benda kesayangan yang kami bawa masing-masing. Aku saking bersemangat untuk bercerita akhirnya aku memilih untuk maju pertama dan bercerita. Kami bergantian-gantian maju untuk bercerita. Ada yang barangnya di kasih, ada yang minta keorangnya, ada yang beli sendiri, bahkan ada yang mengambil paksa dari orangnya. Ceritanya juga ada yang lucu bahkan mengharukan. Setelah bercerita barang kami di kumpulkan di dalam trash bag. Dan di luar pemikiran kami ternyata setelah materi barang-barang kami di bakar. Aku dan kawan di sebelahku sontak menangis. Namanya juga itu barang kesayangan wajar kalau ada beberapa dari kami yang menangis. Kami di ajarkan untuk ikhlas dan tidak menggantungkan diri kami hanya pada benda karena itu hanya sebuah benda dan ada yang lebih besar dari bend itu yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Walaupun akhirnya di mulut kami berkata ikhlas namun kebanyakan belum ikhlas merelakan barang kesayangannya di bakar.
Tidak lama berselang kami melanjutkan kemateri selanjutnya yaitu pemanggungan. Kami berkumpul di kelompok masing-masing dan membuat suatu cerita dalam waktu 15 menit dan mempresentasikannya di depan teman-teman. Ceritanya seputar kegiatan kami selama dua hari ini dan alam yang ada di sekitar kami saat itu.
Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar