Minggu, 06 Januari 2013

(LAGI-LAGI) RINDU

hujan sampaikan salamku pada rindu yang terbawa arus menuju laut lepas
pada uap yang telah menjadi air dan membasahi bumi aku rindu
Untuk langit kelabu yg tak sempat tersenyum pagi ini aku merindu
Untuk mentari yg tergantikan awan dan sesuatu yg kau sebut hujan aku rindu 
Dan guratan merah dilangit pagi yg tak sempat mampir aku rindu
pada embun di kala pagi buta menitipkan rindu
pada suara ayam berkokok dikala fajar, adzan dari pengeras suara mesjid aku sangat merindu
aroma kopi di pagi hari dan wangi tubuhmu saat bangun tidur aku merindukannya
masih ada bekas bibirmu di sepotong roti yang tak sempat kau habiskan
bahkan untuk menghapus rinduku aku menjilati bekas bibirmu disana
aku merindu kepada kamu yang telah membuat aku kalut
aku rindu tawa yang pecah saat kau melihat ku bertingkah bodoh
aku rindu pelukan mu dibalik punggungku
aku rindu bahkan saat kita hanya saling diam menatap
pada wangi shampo yang kau gunakan
pada caramu mengacuhkan ku saat kau sibuk dengan duniamu pun aku rindu
aku rindu hal-hal yang sederhana
saat kau membangunkan ku di pagi buta lalu kau meninggalkanku sendiri diujung telfon
aku rindu setiap kata-kata rindu darimu
pada malam kau merindukanku aku rindu
aku rindu berebut tempat denganmu
aku rindu memelukmu dari belakang
aku rindu bertukar oksigen denganmu
bahkan saat kau membuatku menangis aku rindu
aku rindu untuk setiap rindu yang pernah terbalas
dan aku menahan rindu yang belum terbalas
ditepian hati rindu ini tumbuh semakin menyebar hingga stadium akhir
dan hanya butuh sebuah pelukan pemecah rindu
Untuk kamu lebih dari rindu semoga esok kita bertemu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar