Minggu, 17 Februari 2013

rindu ini (masih) untuk kamu

kita kembali menjadi kita
bukan hanya aku atau kamu
kita sempat melipat jarak mendekatkan cinta yang berarak
memecahkan rindu dengan bertemu
namun akhirnya kita kembali menguntai jarak
menciptakan rindu di sepanjang jalan
rindu yang tak pernah habis walau mentari bersinar terik
walau hujan turun membasahi bumi dan menyapu seluruh alam
walau angin bertiup kencang
rindu tetap disini tetap utuh dan semakin besar
rindu ini kembali menjadi candu
menyakitkan dan menyenangkan
rindu ini berbeda bukan lagi rindu sebelah tangan
rindu ini kamu
untuk kamu kekasih yang di pisahkan jarak ribuan kilometer
rindu ini untuk kamu
masih sama ketika ia pincang dan lalu utuh kembali
rindu ini masih menuju satu nama
untuk kamu dengan segala rindu yang semakin besar
aku menitipkan cinta dengan sejuta harap
harapan suatu saat kita akan kembali melipat jarak dan memecah rindu dengan bertemu

Sabtu, 02 Februari 2013

untitled

ragaku dan jiwaku akhirnya dituntun kembali
langkah ini menuntunku pulang
pulang ke kota kita, kota kita dulu
di sepanjang jalan ini tangispun pecah
aku memasang topeng tebal
menguatkan hati
disana nanti aku akan mencoba menjadi tak peka
seakan tak melihat bekas
serpihan kisah masa lalu
semoga hujan ini menghapus semuanya
menghapus rindu bahkan sisa cinta
yang masih menempel dihati

catatan saat aku pulang

rinai hujan membelai mesra jendela
mobil terus berpacu seperti jantung
yang kian cepat berpacu
ada resah dititipkan hujan siang ini
dinginny kian menusuk
memperbesar gundah yang perlahan
muncul setitik demi setitik di ruang hati
air mengalir meninggalkan bekas
menuju muara yang entah kemana
ada suara berbisik mendecit
seperti suara besi yang bergesekam
jangan takut ini hanya hujan
ini hanya air berkah dari semesta

Jumat, 01 Februari 2013

rindu dan hujan

air mata mengalir di tengah rinai hujan
samar memang tak terlihat
rindu kian membuncah ketika pemecah rindu
ada di ujung mata
tapi tak sanggup kau gapai dengan segala upayamu
rindu yang candu kian menjadi racun
racun yang merusak sebelah hati
atau bahkan dua hati sekaligus
rindu tak hanya butuh mata untuk saling menatap
lisan untuk saling berucap
rindu butuh pelukan pemecah rindu
rindu yang memuncak perlahan2 menjadi luka
membuat luka sang pemilik rindu dan yg dituju
aku tak mengerti mengapa rindu masih ada
ketika lisan berucap benci
karena aku tak sanggup membaca hati
hati yang kian abu-abu
karena terkena racun rindu
jangan pernah menanyakan mengapa aku menangis
mengapa aku merindu
mengapa aku masih berharap dan bertahan
ketika sejuta luka datang sebelumnya
aku menikmati rindu tapi aku tak menikmati luka
karena bagiku penikmat luka adalah pecandu cinta
aku mencinta bukan untuk menjadi candu
aku mencinta untuk kembali menjadi "kita"
kepada kamu yang selalu mengisi rindu
menjadikannya racun namun tetap ku cinta
walau aku tak benar paham apa itu cinta
rindu ini selalu untuk kamu
dalam rinai hujan ini biarkan rindu mencari celah menuju pemiliknya