Cintaku melampaui batas logika
Aku bukan kamu yang saat cinta datang malah menjauh dan bersembunyi di balik zona nyamanmu
Aku bermain hati kau bermain logika cintaku melampaui batas logika lantas aku harus apa?
Suatu saat mungkin aku juga butuh pulang walau kini kapalku telah berlabuh dan takkan ku biarkan ia karam di pulau tak bertuan
Sejauh apapun aku pergi sebanyak apapun kota ku singgahi hanya satu tujuan ku kembali KAMU
Aku terjebak di pusaran angin topan yg melululantahkan kenangan baru di sekitark
Aku ingin bersenandung lagu cinta biar kau mengira aku sedang jatuh cinta meski hatiku sedang teriris luka
Rasanya aku ingin berlayar melawan arah angin lalu bersembunyi di perairan tenang menikmati semesta untukku sendiri
Logikaku lumpuh dikendalikan perasaan! Aku hanya mampu terombangambing
di laut lepas dengan angin laut yg mempermainkan arah kapalku...
Inginku tak sekuat batas mampuku.. bukan hanya aku, awak kapalku akan ikut mati jika aku mengambil resiko.
aku pernah terpikir aku tak ingin berlayar aku takut terombangambing ombak ketidakpastian
aku hanya ingin mengudara dan mendarat di bandara pikiranmu
sejauh apapun aku pergi langkahku kembali tetap KAMU
walau segala indraku lumpuh jika dekat dekat KAMU
Minggu, 16 Desember 2012
teruntuk kamu aku ingin pulang
aku terbiasa akan luka, dan karena luka aku bertahan
aku bertahan (lagi) ditengah ketimpangan,
kesunyian jalan yang berkerikil berdebu,
gersang dan tak terlihat tanda kehidupan
rasanya ingin pulang dan disambut dengan sebuah pelukan
rindu ini memuncak hingga ubun" rasanya ingin meletup
tapi takut dan hanya sanggup meringkuk lemah di pojok asa
apa aku boleh memecah rinduku dengan pelukan?
karena menatap mu saja tak cukup bagiku
tapi aku takut jika lenganmu pada akhirnya
tak mampu lagi mendekapku dalam pelukmu
bukan karena kau tak lagi ada tapi kita tak lagi ada
aku takut kehilangan sesuatu yg bahkan belum benar-benar ku miliki itu KAMU
teruntuk kamu aku bertahan dalam ketidakpastian
sebut saja aku gila, karena aku memang benar-benar tak lagi berlogika
seperti pada semesta aku berharap ia menghadirkan bintang di tengah siang bolong
begitulah aku berharap tentang kamu
karena sejak dulu kamu tidak pernah benar-benar hilang
kamu hanya tergantikan oleh siang namun di bagian lain kau tetap ada dan masih bersinar
pada malam aku berterimakasih karena telah menjagamu untuk ku kembali
dan jikapun kau bukan tempatku kembali
kau akan selalu menjadi bagian diruang otak dan hatiku
aku bertahan (lagi) ditengah ketimpangan,
kesunyian jalan yang berkerikil berdebu,
gersang dan tak terlihat tanda kehidupan
rasanya ingin pulang dan disambut dengan sebuah pelukan
rindu ini memuncak hingga ubun" rasanya ingin meletup
tapi takut dan hanya sanggup meringkuk lemah di pojok asa
apa aku boleh memecah rinduku dengan pelukan?
karena menatap mu saja tak cukup bagiku
tapi aku takut jika lenganmu pada akhirnya
tak mampu lagi mendekapku dalam pelukmu
bukan karena kau tak lagi ada tapi kita tak lagi ada
aku takut kehilangan sesuatu yg bahkan belum benar-benar ku miliki itu KAMU
teruntuk kamu aku bertahan dalam ketidakpastian
sebut saja aku gila, karena aku memang benar-benar tak lagi berlogika
seperti pada semesta aku berharap ia menghadirkan bintang di tengah siang bolong
begitulah aku berharap tentang kamu
karena sejak dulu kamu tidak pernah benar-benar hilang
kamu hanya tergantikan oleh siang namun di bagian lain kau tetap ada dan masih bersinar
pada malam aku berterimakasih karena telah menjagamu untuk ku kembali
dan jikapun kau bukan tempatku kembali
kau akan selalu menjadi bagian diruang otak dan hatiku
peterpan - yang terdalam
ini sebait lagu buat kamu...
Kulepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Tak kan lelah aku menanti
Tak kan hilang cinta ku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan ku kenang dihati saja
Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa
Kulepas semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Tak kan lelah aku menanti
Tak kan hilang cinta ku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan ku kenang dihati saja
Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa
Kamis, 15 November 2012
sang gelap dan sang siang
Langit seperti menyembunyikanmu dariku
seperti ia menyembunyikan mentari
saat gelap menyapa
Apa karena aku sang ratu kegelapan
lantas aku tak pantas bersanding
denganmu wahai sang raja siang?
Langit sang ratu tega
tak pernah ia menyatukan sang gelap dan siang
Kita tercipta berbeda
Namun cinta tak pernah mengenal beda
Cinta hanya tau bahasa cinta
Sang ratu kegelapan selalu merindukanmu
wahai sang raja siang
Begitulah cara kita mencinta dalam beda
seperti ia menyembunyikan mentari
saat gelap menyapa
Apa karena aku sang ratu kegelapan
lantas aku tak pantas bersanding
denganmu wahai sang raja siang?
Langit sang ratu tega
tak pernah ia menyatukan sang gelap dan siang
Kita tercipta berbeda
Namun cinta tak pernah mengenal beda
Cinta hanya tau bahasa cinta
Sang ratu kegelapan selalu merindukanmu
wahai sang raja siang
Begitulah cara kita mencinta dalam beda
LUKAKU
Luka yang kau toreh hampir mengering
lalu kau datang lagi dan merobeknya
dengan mata pisaumu menjadi luka yang baru
dan lebih perih
Apakah aku yang bodoh membiarkanmu
menggunakan pisaumu melukaiku (lagi)?
Ataukah kau yang terlalu tak peduli
sesakit apapun lukaku
Kebodohanku selalu membenarkanmu
Dan kesalahanku karena mencintaimu
lalu kau datang lagi dan merobeknya
dengan mata pisaumu menjadi luka yang baru
dan lebih perih
Apakah aku yang bodoh membiarkanmu
menggunakan pisaumu melukaiku (lagi)?
Ataukah kau yang terlalu tak peduli
sesakit apapun lukaku
Kebodohanku selalu membenarkanmu
Dan kesalahanku karena mencintaimu
tentang hujan
aku ingin bercerita tentang hujan
hujan yang menjadikan langit abu-abu
hujan yang mengubah kekeringan menjadi hijau
hujan yang menyamarkan tangis
hujan yang memberi pelangi
hujan yang mengingatkanku padamu
hujan yang mewakilkan kuasa-Mu
hujan yang menghadirkan banyak cerita
terimakasih untuk sang pencipta-Mu
terimakasih HUJAN
hujan yang menjadikan langit abu-abu
hujan yang mengubah kekeringan menjadi hijau
hujan yang menyamarkan tangis
hujan yang memberi pelangi
hujan yang mengingatkanku padamu
hujan yang mewakilkan kuasa-Mu
hujan yang menghadirkan banyak cerita
terimakasih untuk sang pencipta-Mu
terimakasih HUJAN
Minggu, 11 November 2012
25 juli 2012
25 juli 2012
aku masih ingat hari itu
hari terakhir kita bertemu
aku menyesal
mengapa di hari itu kita bertengkar
aku selalu dibayangi rasa bersalah
aku selalu berdoa
agar aku bisa bertemu denganmu
namun takdir berkata lain sayang
aku tak sempat melihatmu sebelum aku kembali
dan entah mengapa
semenjak hari itu
hubungan kita semakin renggang
kau tak pernah jujur padaku
jika kau tak suka
megapa tak kau katakan?
apakah kau senang melihatku menangis
menangis seperti ini
menangisi dirimu yang tega meninggalanku
meninggalkanku dalam keadaan terpuruk
kau kira aku akan kuat
apa kau tak tahu?
aku menjadi semakin gila
gila arena aku dasar aku menggilaimu
aku sakit
dan itu karenamu
masihkah kau tega?
atau kah kau sudah tak peduli?
yah aku lupa satu hal
kau sudah ada penggantiku
lantas aku harus apa?
menunggumu? sampai kapan?
apa sampai tak ada lagi wanita selainku?
kau tega
aku tau kau tak peduli dan takkan pernah pedulu
biarkan aku terus begini
merasakan sendiri sakitku
menikmati sepi dan tangisku
tanpamu
aku masih ingat hari itu
hari terakhir kita bertemu
aku menyesal
mengapa di hari itu kita bertengkar
aku selalu dibayangi rasa bersalah
aku selalu berdoa
agar aku bisa bertemu denganmu
namun takdir berkata lain sayang
aku tak sempat melihatmu sebelum aku kembali
dan entah mengapa
semenjak hari itu
hubungan kita semakin renggang
kau tak pernah jujur padaku
jika kau tak suka
megapa tak kau katakan?
apakah kau senang melihatku menangis
menangis seperti ini
menangisi dirimu yang tega meninggalanku
meninggalkanku dalam keadaan terpuruk
kau kira aku akan kuat
apa kau tak tahu?
aku menjadi semakin gila
gila arena aku dasar aku menggilaimu
aku sakit
dan itu karenamu
masihkah kau tega?
atau kah kau sudah tak peduli?
yah aku lupa satu hal
kau sudah ada penggantiku
lantas aku harus apa?
menunggumu? sampai kapan?
apa sampai tak ada lagi wanita selainku?
kau tega
aku tau kau tak peduli dan takkan pernah pedulu
biarkan aku terus begini
merasakan sendiri sakitku
menikmati sepi dan tangisku
tanpamu
berbeda
hariku kini berbeda
tak ada lagi kita
tak ada lagi kau yang dulu
kau yang selalu ada untukku
aku selalu bertanya
mengapa kau belajar terbiasa tanpaku?
kau ta pernah mengatakan itu
dan tiba-tiba saja kau berubah
kau diam-diam melakukan itu
belajar untuk terbiasa tanpaku
seandainya saat itu kau menyuruhku melupakanmu
aku akan belajar melupakanmu
tapi mengapa ketika aku sangat bergantung padamu
justru kau malah sudah terbiasa tanpaku
aku sakit
aku terluka
aku kehilanganmu
aku tak pernah membayangkan ini sebelumnya
aku tak siap untuk itu
namun itu masa lalu
kini aku berusaha menyembuhkan sakit dan luka
kini au sedang belajar melanjutkan hidup
meskipun tanpamu
tak ada lagi kita
tak ada lagi kau yang dulu
kau yang selalu ada untukku
aku selalu bertanya
mengapa kau belajar terbiasa tanpaku?
kau ta pernah mengatakan itu
dan tiba-tiba saja kau berubah
kau diam-diam melakukan itu
belajar untuk terbiasa tanpaku
seandainya saat itu kau menyuruhku melupakanmu
aku akan belajar melupakanmu
tapi mengapa ketika aku sangat bergantung padamu
justru kau malah sudah terbiasa tanpaku
aku sakit
aku terluka
aku kehilanganmu
aku tak pernah membayangkan ini sebelumnya
aku tak siap untuk itu
namun itu masa lalu
kini aku berusaha menyembuhkan sakit dan luka
kini au sedang belajar melanjutkan hidup
meskipun tanpamu
aku, kamu bukan kita
senyummu yang dulu selalu mebuatu salah tingkah
apaah masih sama seperti dulu?
tanganmu yang sean memiliki kutub yang berbeda dengan tanganku
apakah masih seperti itu?
aku suka saat aku bisa merasakan hembusan nafasmu
sayangku..
apakah semangat dariku masih kau butuhkan?
apakah kerisauan saat aku tak mengabarimu masih ada?
apakah aku di otakmu masih memiliki ruang?
apakah aku dimimpimu masih ada?
apakah aku di hatimu masih tersisa?
memang tak pantas aku menanyakan itu
sayangku
kau dan aku kini berbeda
sekarang hanya ada aku dan kamu
bukan kita
tapi bisakah kita itu kembali ada?
memang sulit
aku tau itu sangan sulit
aku tak lagi berharap aku dan kamu akan menjadi kita
tapi salahkah jika dalam memori kita selalu ada?
walaupun itu hanya dalam wujud kenangan masa lalu
apaah masih sama seperti dulu?
tanganmu yang sean memiliki kutub yang berbeda dengan tanganku
apakah masih seperti itu?
aku suka saat aku bisa merasakan hembusan nafasmu
sayangku..
apakah semangat dariku masih kau butuhkan?
apakah kerisauan saat aku tak mengabarimu masih ada?
apakah aku di otakmu masih memiliki ruang?
apakah aku dimimpimu masih ada?
apakah aku di hatimu masih tersisa?
memang tak pantas aku menanyakan itu
sayangku
kau dan aku kini berbeda
sekarang hanya ada aku dan kamu
bukan kita
tapi bisakah kita itu kembali ada?
memang sulit
aku tau itu sangan sulit
aku tak lagi berharap aku dan kamu akan menjadi kita
tapi salahkah jika dalam memori kita selalu ada?
walaupun itu hanya dalam wujud kenangan masa lalu
KALAU SUDAH CINTA MAU BILANG APA?
Aku dulu
sering denger orang ngomong, “ kalo ngomong hati-hati entar kejadian beneran
loh.” Nah itu yang aku alami sekarang. Aku pernah ngomong kediriku sendiri,
seandainya aku bisa pacaran sama orang tapi gg tiap hari ketemu dan tempat
tinggal aku sama dia berjauhan kayaknya seru deh. Hahahhaa dulu aku begitu
polos mengira LDR itu mudah, ternyata tidak, malah ada banyak kendalanya. Dan
pada akrinya aku betul- betul berada di posisi sebagai distancer. Sungguh
awkward moment bukan?
Gimana aku
bisa LDR? Ceritanya bermula ketika aku kuliah di salah satu perguruan tinggi
negeri islam di Makassar. Minatku sebenarnya bukan di jurusan yang aku lulusi
di kampus itu. Namun aku berusaha menjalaninya setahun dan berencana untuk
pindah di tahun ajaran berikutnya. Pindah? Nah itu dia yang menyebabkan aku
LDR. Setahun kuliah aku gg pacaran malah aku menjaga jarak dengan teman-teman
cowok di kelas ataupun di luar kelasku. Alesannya apa? Aku juga gg tau hahahha.
Ketika di
akhir semester dua aku kuliah di kampus itu akupun mengikuti tes SNMPTN dan
memilih kampus dengan basic yang sama dengan kampus ku sebelumnya namun
tempatnya di Jakarta dengan jurusan Psikologi yang merupakan impianku sejak
dulu. Sambil menunggu pengumuman kelulusan aku menikmati kuliah terakhirku di
kampus itu.
Pada
bingung gimana sih aku ketemu pacarku? Ceritanya begini, saat aku mengikuti tes
SNMPTN seorang teman kelas yang aku heran entah ada angin apa dia tiba-tiba sms,
ngobrol dengannya pun aku tak pernah. Dia menanyakan apakah aku bisa
mengerjakan soal-soal itu. Dan kami pun berlanjut sms-an seharian. Dan lucunya
ketika bertemu dikampus kami tetap tidak saling menyapa. Aku heran dong, orang
ini di sms aja baik pas ketemu malah seperti gg kenal sama sekali. Hingga suatu
hari dia yang doyan nge-game akrab dengan pacar sahabatku yang merupakan teman
kelasku juga dan aku pun jadi akrab sama dia. Hampir tiap hari kita smsan. Dan
teman-teman di kampus pun sering mencengin kami berdua. Aku sih senang-senang saja
di cengin begitu karena aku emang suka sama dia. Yah aku suka sama dia, kenapa?
Aku gg tau, itulah cinta.
Ketika
pengumuman SNMPTN aku dinyatakan lulus yang artinya aku harus pindah ke Jakarta
dan dia berpesan agar aku selalu ingat sama dia. Sehari setelah pengumuman aku
diajak jalan berdua sama dia. Esoknya dia akan pulang ke kampungnya. Dia bilang
aku pasti pulang kok buat kamu. Aku bingung dong maksudnya apa coba? Dan aku semakin
yakin kalau dia juga suka sama aku.
Kami
jadian di awal juli dan cara jadian kami juga beda, dia nembak lewat telefon
karena saat itu dia pulang ke kota kelahirannya yang lumayan jauh dari kota
makassar. Kata dia, dia sempat merencanakan mau nembak aku ketika kami beberapa
kali jalan berdua namun dia takut di tolak. Dan sabtu sore itu sahabatku
menghasut dia buat menyatakan perasaannya padaku segera. Awal jadian saja kami
sudah LDR, dan selanjutnya pun akan terus LDR.
Menjelang
keberangkatanku ke Jakarta, kami cuman sempat sekali bertemu. Bagi aku itu
sudah cukup karena dia bukan cowok yang bebas, apa lagi semenjak orangtuanya
tau dia punya pacar dia semakin di kekang dan susah kemana-mana dan menyebabkan
kami susah bertemu. LDR di tambah lagi gg ada restu dari orang tua, nelfon jadi
susah kalau ada orangtuanya lengkap sudah cobaan hubungan kami.
Minggu
pertama LDR aku biasa aja belum nemu sih kangen yang double WOW itu kayak
gimana soalnya telfonan kami lancar tiap malem. Nah pas dia pulang kekampung
tuh nikahan sodaranya di situ aku baru bener-bener ngerasain kangen LDR itu
kayak apa. Bayangin gg di smsin gg di telfon, istilahnya gg di kasi kabar sama
sekali lah. Aku marah dong tapi mau marah kesiapa? Pas dia nelfon bebarapa hari
setelahnya baru aku lampiasin kemarahan aku ke dia. Aku ngancem minta putus dan
dia dengan entengnya bilang, kalo emang kamu udah bosan dan gg bisa ngelanjutin
yaudah. HAH? Semudah itu lo ngomong gitu ke gue? Aku sumpah serapah dalam hati
jengkel marah kesel rasanya pengen bunuh orang. Dan dia pun marah gg kalah
hebatnya. Aku egois, dia lebih egois. Semakin sulit cobaan hubungan kami. Namun
esoknya aku sadar ngapain aku nerima dia kalo toh aku sendiri yang kalah dengan
keadaan kami. Aku minta maaf dan kami baikan.
Pas awal
november dia pualng lebaran, aku gag bisa pulang dong karena libur cuman sehari
dan tiket pesawat juga lagi mahal. Sebenarnya aku gg marah dia pulang. Aku
cuman kesel kenapa dia mau pulang dan gag bilang sama aku. Dia ngasih taunya
pas malem dia udah mau berangkat. Aku kesel banget tapi kekesalan itu, aku
simpen sampai dia pulang kemakassar. Sms dia gg aku bales telfon dia aku jawab
seadanya. Aku bener-bener gondok. Pas lebaran dia gag pernah sms. Dia cuman
nelfon itu pun sebentar, sebentarnya ini cuman semenit malah gg nyampe semenit.
Dia gag pernah ngasih kabar via sms. Padahal aku gag butuh di telfonin 2 menit
atau tiga menit dan langsung dimatiin, aku cuman butuh di KABARI titik. Aku
kirimin lirik lagunya berhenti di kamu. Aku tau dia langsung nyesssss baca
liriknya. Gue cuman pengen lu sadar boiy gue butuh perhatian gue butuh di kabari
gue butuh di hargai gue mau di anggep gue gag mau terus-terusan begini. Setelah
baca liriknya dia nanya maksud aku ngirim itu apa, aku cuman bilang aku cuman
iseng tapi sebenernya kata hatiku hampir sama dengan lirik lagu itu. Setelah
berdebat lama yang berujung telfon di banting (agak lebay sih ini) akhirnya
kita diem-dieman dan ujung-ujungnya aku yang minta maaf (lagi). Yah setiap kami
berantem dan dia tetap gg mau minta maaf dan bertahan dengan sikap egoisnya,
memaksa aku buat minta maaf duluan walaupun bukan aku yang salah. Aku sadar
kalo gg ada yang mau mengalah di antara kami, apa yang kami jalani ini akan
berakhir dengan penyesalan. Dia paling gg bisa mengakui kesalahan dia, toh
walaupun dia salah pasti balik lagi ke aku yang di sudutkan dan ujung-ujungnya
aku yang minta maaf. Aku terkadang kesal dengan sikap dia yang seperti itu.
Tapi mau gimana lagi kalau aku mau mempertahankan hubungan ini aku harus
mengalah toh masalah ini tidak lebih berat di banding masalah tidak adanya
restu dari bapaknya.
Kami emang
pasangan LDR yang hampir tiap hari berantem. Maklum kami orang yang sama-sama
egois. Masalah sepele pun sering kami perdebatkan. Kami sempat putus seminggu.
Dan kami sering bertengkar hebat ketika dia harus pulang ke kampungnya yang
berarti intensitas komunikasi kami akan sangat berkurang. Di smsin syukur, kalo
gg yah nelen pil pait aja. yah seperti yang sudah aku ceritakan kalau dia di
kampung bapaknya menghandle semua kehidupannya termasuk sms dan menelfon dalam
pengawasan bapaknya juga. Aku sampai kesal ke bapaknya dan entahlah spertinya
aku membenci bapaknya. Bapaknya yang sering membuat hubungan kami menjadi ruwet
seperti ini.
Kisah LDR
ku gg selamanya buruk dong. Ada bahagianya juga. Pas aku ulangtahun dia hadiain
scraptbook buatan dia sendiri yang isinya foto-foto kami berdua, mukenah, dan
baju couple. Temen-temen ku pada ngiri loh kok ada yah cowok so sweet kayak dia
scrapbook dibikin sendiri dan dari hasilnya kentara kalo dia niat banget
bikinnya. Kalo soal mukena aku becandain aja maharnya mana? Alat solatnya udah
duluan aja dikasih hehehhee. Nah pas bikin baju couple aku sempet ngambek ke
dia. Dia ijinnya mau beli makan di luar. Aku bingung kok orang nyari makan lama banget pulangnya. Aku
nuduh dia yang macem-macemlah dan akhirnya dengan emosi dia ngebocorin soal
baju couple itu ke aku. Aku jadi nyesel udah nuduh macem-macem padahal niat dia
baik. Aku langsung minta maaf dan nangis di telefon pas denger dia ngejelasin
itu semua. Aku terharu dia masih tetep nyiapin kado ulang tahun buat aku
walaupun kami jauh.
Ketika
liburan semester aku pulang dan dua bulan itu kami ngabisin waktu bersama. Aku
nemenin dia kuliah loh soalnya dia liburnya cuman beberapa minggu sementara aku
libur dua bulan. Aku baru bener-bener ngerasain pacaran yang sebenarnya selama
dua bulan itu. Seneng deh pokoknya walaupun pas ketemu pun kami beberapa kali
berantem dan sempet hampir putus cuman gara-gara hal sepele. Aku ngerasa di
cuekin kalo dia udah ketemu game yang menurut aku sebagai saingan terberatku
yang nyita waktu dia buat aku.
Ketika aku
balik kejakarta, kami menjalani LDR berikutnya. Yang bikin kesel tuh, kenapa
hampir tiap minggu dalam sebulan orangtuanya datang ke makassar. Kami jadi
susah komunikasi lagi kan kalo situasinya kembali begitu. Bukan aku gg suka yah
dia ketemu orang tuanya tapi, aku gg suka aja kalo ada bapaknya dia tuh
dicariin bapaknya terus dan gg bisa ngilang semenit aja dari hadapan bapaknya.
Kesel aku kalo dia cewek sih aku ngerti, ini anak cowok di sama-samain sama
cewek. Maaf yah bapak camer tapi ngerti gg sih? Anak anda bukan cewek tapi
cowok loh kasih kebebasan dikit dong. Mau anaknya gg nikah nantinya? Bingung
saya sama pemikiran bapak ini terlalu kolot.
Dan ketika
aku balik ke makassar lagi, aku di ajak ketemu orangtuanya yang emang kebetulan
lagi di makassar. taulah kiamat bagi aku. Semenjak bapaknya tau aku di makassar
anaknya di suruh cepet-cepet pulang ke kampungnya. Katanya ngapain di makassar
udah libur juga, jangan pacaran terus dan ngelupain orang tua. Hah? Enak aja
kapan aku pacaran? Ketemu aja gg pernah dan sekalinya ketemu dengan semena-mena
bapaknya nyuruh anaknya pulang. Kami cuman sempat ketemu seminggu. Dan begitulah
komunikasi kami jadi sangat-sangat berkurang saat dia di kampungnya. Cobaan LDR
kami itu sangat banyak. Udah nunggu 4 bulan ketemunya cuman seminggu,
komunikasi berkurang tiap harinya, gg di restui orangtuanya pula.
Pas puasa
dia sempetin ke makassar sebenernya untuk nemuin aku tapi modus ke bapaknya
buat ngisi KRS. Hari pertama ketemu sih adem ayem aja. aku nemenin dia bayaran
ke bank, ngambil KRS di akademik kampus, ke bank lagi dan dia nganterin aku
pulang. Pas hari kedua hari terakhir kita ketemu aku nyesel banget kami
berantem. Awalnya cuman gara-gara dia gg mau ngambilin buku di salah satu rak
di toko buku pas aku ngantri di kasir. Aku ngambek dong tapi aku sadar ngapain
aku ngambek cuman gara-gara itu. Aku coba cairin suasana dengan ngajak dia foto
box eh dianya malah balik ngambek. Dan di jalan kami diem-dieman sampai aku
bilang kamu tega gg mau foto bareng aku, selama aku disini kita belum pernah
foto bareng, seminggu gg cukup. besok-besok kita gg bakal ketemu lagi
sukur-sukur kalo sebelum aku kejakarta kita masih bisa ketemu, kalo gg gimana?
Trus dia malah balik marah ke aku. Katanya ngapain aku marah-marah duluan ke
dia dan dengan mudahnya aku langsung baik lagi kedia. Katanya aku mainin
perasaannya dia. Karena aku kesel aku ngancem minta di turunin di jalan dan dia
beneran nurunin aku di jalan dan langsung pergi ninggalin aku sendirian. Sakit
hati banget kan? Aku cuman kayak sampah yang habis di pake langsung di buang
dijalan.
Besoknya
pas dia udah balik ke kampung lagi kita berantem lagi. Ini gara-gara aku yang
marah gg di smsin karena dia kehabisan pulsa. Aku kesel dia gg mau usaha buat
ngehubungin aku sampai aku marah nyangkut-nyangkutin semua masalah. Dia makin
kesel dan aku matiin telfonnya. Malemnya sepupunya iseng sms pake hapenya dia,
bilang gini “kita putus yah”. Aku shock dong baca sms itu. Aku tanya ke dia kata
dia bukan dia yg sms. Eh habis itu ada sms lagi, kata dia emang dia yg sms ini
emang yang terbaik. Aku jadi bingung yang bener yang mana. Aku tanya
berulang-ulang. Kata dia emang bukan dia tapi aku di kerjain sepupunya. Aku
bilang kayaknya emang keluarga kamu gg ada yang suka sama aku. Belum selesai
masalah bapaknya yang gg suka kami pacaran, muncul lagi sepupunya yang
sepertinya lebih senang kalo kami putus. Aku benar-benar terpukul dan tanya ke
diri aku sendri aku salah apa sama keluarga dia? Aku emang gg sempurna tapi
sepicik itu kah mereka menilai aku sehingga gg mau menerima aku? Aku nangis
sejadinya dan minta dia buat ninggalin aku aja klo emang keluarganya gg bisa
nerima aku. Tapi sekali lagi dia jelasin ke aku kalo ini cuman salah paham. Aku
walaupun masih sakit hati tapi tetap percaya dengan omongan dia. Besokannya
kami berantem lagi cuman gara-gara sinyal kamseupay di kampungnya.
Bener-bener puasa ku di uji tahun ini. Aku sms
dia jam 4 subuh aku nungguin balesannya nyampe jam setengah 7 pagi dan yah
nothing. Gg di bales sama sekali. Siangnya pas aku bangun aku ngecek hape gg
ada sms gg ada misscalled. Aku masih berusaha berpositive thingking, tapi
menjelang maghrib belumada kabar juga. Aku telfon hapenya gg ada yang aktif.
Aku langsung berfikir sepertinya semalem dia gg serius maafin aku dan di bales
hari itu aku di cuekin. Aku sms minta putus kedia kalo emang dia udah gg mau di
hubungin lagi sama aku. Dan dengan entengnya dia nelfon seolah gg terjadi
apa-apa. Aku maki-maki di telfon sambil nangis dan telfonnya aku matiin. Dia
sms dan aku marah-marah lagi ke dia. Dia ngejelasin kalau itu salah sinyal
operator yang dia pakai bukan salah dia. Tapi menurut aku itu juga salah dia,
dia yang gg mau usaha ngehubungin aku kalau dia udah tau sinyal operatornya
lagi error. Hey boy jaman udah canggih gg cuman sms atau telfon doang kan untuk
komunikasi jarak jauh? Aku lebih kesel lagi dia gg mau minta maaf dan setelah
aku yang desak buat minta maaf barulah dia minta maaf. Entah dia tulus atau
cuman karena aku yang suruh tapi masih syukur dia mau minta maaf. Padahal
biasanya dengan egoisnya dia malah balik nyalahin aku.
Ketika di
kampung dia sempet ngabarin dia gg janji bakal datang sebelum aku balik ke
jakarta lagi. Yang berarti pertemuan kami kemarin yang di akhiri dengan
berantem itu jadi petemuan terakhir sebelum
aku ke Jakarta. Aku benar-benar terpukul dan shock dengar kabar itu
walaupun aku sudah meprediksikan bapaknya bakal bertindak semena-mena lagi. Dan
aku bilang kedia kalo aku gg janji bakal pulang libur semester depan karena aku
harus ikut semester pendek ngejar nilai aku yang udah tertinggal banget. Aku
bilang aku mungkin pulang pas deket lebaran tahun depan dan mungkin aku
kejakarta lagi kamu belum tentu ada di makassar. aku bilang ke dia kalo kamu gg
datang nemuin aku sebelum aku kejakarta lagi berarti kita putus. Dan dia bilang
dia ikhlas kalo aku mutusin dia karena dia gg bisa ngelawan keadaan dia
sekarang dia benar-benar tersudut dengan bapaknya seperti itu. Sekarang sih
kami masih baik-baik saja. Keputusan apakah kami tetap LDR atau gg akan
ketahuan nanti setelah lebaran sebelum aku ke Jakarta lagi.
Aku sih
sempat nyesel ngomong gitu kedia soalnya dia pernah bilang gini ke aku, kamu
jangan sering meliat ke atas ngeliat orang yang tiap hari ketemu pacarnya, liat
juga dong orang yang LDR tapi lebih jarang ketemu dari kita. Liat orang yang
pacaran sama pelaut, boro-boro di telfon smspun jarang bahkan hanya hitungan
jari. Dan mereka ketemu lebih jarang lagi dari kita. Kamu tuh harusnya
bersyukur kita masih bisa sms telfonan walaupun kadang itu juga sulit. Banyak
juga orang LDR yang awalnya sama sekali gg pernah ketemu dan syukur kalau
selama pacaran mereka bisa ketemu. Kalau kita walaupun sebentar kita masih bisa
ketemu. Karena inget kata-kata dia itu aku jadi sadar masa aku kalah cuman
gara-gara bapaknya gg ngerestuin kami pacaran? Masa aku kalah sama jarak ini
dan kurangnya restu dari orang tua? Aku harus buktiin dong ke orang-orang kalau apa yang kami jalani ini
bukan cuman omong kosong. Aku yakin kalau nantinya akan berakhir dengan
bahagia.
Aku
sebenarnya belum mau ngasih tau keputusan aku ini ke pacarku. Aku cuman ngancem
dia biar kita bisa ketemu. Dan biar dia mau sekali aja melawan bapaknya yang
sok galak dan sok ngatur-ngatur itu. Aku sadar ini salah tapi mau gimana lagi.
Ini jalan satu-satunya biar kami bisa bertemu. Dan ketika aku nulis kisah ini
pacarku belum tau kejelasan hubungan kami akan berakhir atau terus berlanjut.
Namun seperti yang aku bilang tadi, aku akan ngebuktiin ke semua orang kalau
hubungan kami akan terus berlanjut. Berantem tiap hari, ngancem putus, ngambek,
ngilang seharian mengajarkan aku buat bersikap lebih dewasa lagi. Kalau
hubungan kami ini kami jalani sebagaimana di tahun pertama kami LDR malah
menjadikan kami jenuh dan mudah putus. Aku yakin kami akan tumbuh menjadi
pasangan yang lebih dewasa. Lebih hati-hati dalam menghadapi masalah dan tidak
main meledak aja sebelum tau kebenarannya. Walaupun bapak kamu galak beibh dan
gg suka kita pacaran tapi kalau sudah cinta mau bilang apa?
Aku
(@mutiaratiaraaaa) dan Pacarku (@buety3) love you beibh more than the distance
:*
Langganan:
Postingan (Atom)