Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan
Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci
Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu
Persimpangan jalan yang sulit kupilih
Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang separuhDiriku
Kamis, 31 Januari 2013
Sabtu, 26 Januari 2013
TEATER SYAHID GOES TO BADUY LUAR (Bagian.1)
Minggu pagi itu begitu cerah saat
kami berangkat dari ciputat untuk menuju stasiun pondok ranji. Kami tiba di
stasiun sekitar jam 8 pagi. Stasiunnya belum begitu riuh oleh penumpang. Baru
hanya ada beberapa pedagang yang ingin menjajakan dagannya. Sontak saat kami
baru tiba semua mata seakan tertuju pada kami. Jelas saja semua orang penasaran
kami mau kemana, soalnya kami datang berombongan dengan membawa tas gunung dan
perlengkapan seperti ingin camping. Saat itu kereta kami terlambat tiba di
stasiun karena ada hambatan di stasiun lain. Di jadwal kami seharusnya
berangkat pukul sembilan pagi namun akhirnya molor menjadi jam 10 pagi. Di
dalam kereta begitu penuh sesak bukan hanya oleh penumpang tapi juga pedagang
yang mondar-mandir sepanjang gerbong menjajakan dagangannya. Karena kami
rombongan dan kereta sudah amat penuh akhirnya kami berpencar berbeda gerbong.
Saat di perjalanan menuju stasiun
rangkasbitung aku memperhatikan orang-orang di sekelilingku, mereka berasal
dari kelas sosial yang berbeda tapi berbaur dalam satu gerbong itu. Sungguh
pengalaman baru bagi aku berdesak-desakan dengan banyak orang di dalam kereta.
Setelah melalui dua jam perjalanan kami akhirnya tiba di stasiun rangkas. Saat
itu pukul 12.00 hari sudah semakin siang dan matahari makin mengarah ingin
bersembunyi di balik awan. Saat tiba di stasiun kami istirahat sejenak melepas
penat sepanjang perjalanan. Kami makan siang bersama di pinggiran rel kereta.
Tepat pukul 13.00 kami berkumpul dan berdoa untuk melanjutkan perjalanan
selanjutnya. Perjalan inilah perjalan kami sesungguhnya. Rutenya kami jalan
kaki dari stasiun rangkas menuju pasir roko, desa cimarga. Perjalanannya
lumayan jauh. Di sepanjang perjalanan banyak yang bertanya kami hendak kemana.
Kami jawab saja ingin ke baduy dan kebanyakan orang kaget dan malah menyarankan
kami naik angkutan umum. Kami hanya mengiyakan saja saran mereka.
Di perjalanan langit cukup
bersahabat, matahari bersinar tidak begitu terik. Di awal perjalan aku cukup
bersemangat namun di pertengahan merasa perjalanan ini lumayan juga yah rasanya
gregetan ingin cepat-cepat tiba di camp 1. Di tengan perjalanan kami mendapat
materi improvisasi di sebuah lembah perbukitan. Pemandangannya begitu indah.
Ada sungai dan mata air yang mengalir dari balik bukit. Suasananya begitu
hening. Kami di instruksikan untuk menikmati apa yang ada disitu dan merasakan
energi yang di berikan semesta untuk kami melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Setelah itu kami melanjutkan lagi perjalanan melewati beberapa desa dan
akhirnya sekitar pukul 17.30 kami tiba di camp 1.
Sungguh alhamdulillah setelah
melalui perjalanan yang panjang dan berbagai rintangan di jalan kami bisa tiba
di camp dengan selamat dan sehat. Saat tiba di camp kami langsung di
instruksikan untuk mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam kami. Karena
sekelompok aku hanya berempat kami membagi tugas dua orang yang mendirikan
tenda dan dua orang yang memasak. Aku kebagian tugas untuk memasak. Sungguh
karena ini pengalaman pertama aku memasak nasi tanpa menggunakan magiccom
nasinya tidak matang dan malah berasa beras. Akhirnya kami berempat hanya makan
indomie malam itu.
Setelah makan kami berkumpul
untuk mendapat materi selanjutnya. Kami membentuk lingkaran dan disuruh untuk
memilih benda yang mewakili perasaan kami terhadap perjalanan ini. Ada pipa
warna hijau yang melambangkan menyatu dengan alam, plastik putih melambangkan
memperoleh teman baru, plastik hitam melambangkan lelah dan kesakitan, dan
terakhir keris melambangkan kemarahan. Tiap-tiap orang memilih barang yang
berbeda, ada yang memilih 2 barang bahkan ada yang memilih keempatnya yang
mewakili perasaan dia. Setelah itu kami di suruh untuk mengitari teman-teman
kami dan menatap matanya langsung dan berbicara melalui tatapan mata apa yang
kamu rasakan sebenarnya ke dia. Disini kebanyakan dari kami emosinya meluap
sampai matanya tidak dapat lagi membendung air mata. Sungguh bercampur aduk
saar menatap mata teman-teman yang beberapa bulan ini baru kami kenal namun
kami sudah begitu akrab dengan intensitas ketemu yang hampir tiap hari apalagi
menjelang perjalanan ini. Di sesi ini kami di harapkan untuk jujur mengenai
ekspresi mata karena hanya mata yang di tuntut untuk berbicara dan menyampaikan
perasaan kami. Setelah sesi ini kami melanjutkan ke materi selanjutnya.
Materi kedua ini namanya gerak
naluri. Pertama kami di suruh untuk rileks dan beberapa orang di tunjuk untuk
mulai terlebih dahulu. Saat maju ketengah kami disuruh fokus dan membayangkan
ada dua titik di telapak tangan kami terserah itu berbentuk apa. Setelah itu
kami di tuntut untuk bergerak tetapi tidak menggunakan otak melainkan naluri
yang menggerakkan kami. Kebanyakan gerakannya begitu liar dan menunjukkan
kemarahan karena perjalanan yang begitu melelahkan ini. Dari gerak naluri ini
kami merasakan rasa puas dan ketenangan. Saat bergerak ini kami melepaskan
kepenatan setelah berjalan hampir 5 jam. Sungguh luar biasa dan setiap dari
kami memiliki gerakan dengan maksud yang berbeda. Setelah gerak naluri, kami di
ajarkan rileksasi untuk merilekskan setiap bagian dari tubuh kami baik yang di
luar maupun yang didalam. Saat sesi ini ada beberapa orang yang sampai tertidur
saking rileksnya. Namun ada juga yang tidak bisa fokus karena di gigit nyamuk.
Setelah itu kami kembali ke tenda dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan
lagi esok hari.
Pukul 4 pagi kami di bangunkan
untuk melakukan pemanasan dan setelah itu sarapan lalu packing untuk
melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kali ini rute kami dari pasir roko menuju
portal. Jarak tempuhnya cukup dekat namun medannya begitu menantang karena
kebanyakan tanjakan. Pukul 7 pagi kami berangkat dari pasir roko. Di sepanjang
perjalan banyak warga sekitar yang bertanya “neng bade kamana?” “neng, mau
kemana?” “ ka baduy bu” “ke baduy bu” “baduy pan jauh neng ulah jalan kaki atuh
pan aya angkot” “baduy kan jauh jangan jalan kaki kan ada angkot”, mendengar
itu kami hanya tersenyum.
Di perjalanan banyak dari kami
yang tumbang satu persatu dan kebanyakan itu karena tidak sanggup melalui
tanjakan yang begitu banyak yang rasanya tidak ada habisnya. Ada yang pingsan
bahkan ada yang asmanya kumat. Selain medan yang berat matahari saat itu juga
bersinar sangat terik membakar kulit kami. Kami tiba di warung yang dekat
dengan camp II itu sekitar pukul 12 siang. Disini kami beristirahat sangat lama
karena ada gangguan teknis di camp yang akan kami tempati. Karena ada beberapa
gangguan akhirnya camp kami di pindahkan.
Saat tiba di camp kami
membersihkan dulu rumput-rumputnya lalu kami mendirikan tenda dan menaburkan
garam di sekeliling tenda kami. Setelah itu kami memasak untuk makan siang.
Sekitar pukul 4 sore kami berkumpul lagi untuk melanjutkan ke materi
selanjutnya. Untuk menuju tempat materi kami berjalan lumayan jauh. Kami masuk
ke hutan dan melalui pematang sawah akhirnya kami tiba di lokasi materi
selanjutnya. Di sini kami suruh menceritakan kisah di balik benda kesayangan
yang kami bawa masing-masing. Aku saking bersemangat untuk bercerita akhirnya
aku memilih untuk maju pertama dan bercerita. Kami bergantian-gantian maju untuk
bercerita. Ada yang barangnya di kasih, ada yang minta keorangnya, ada yang
beli sendiri, bahkan ada yang mengambil paksa dari orangnya. Ceritanya juga ada
yang lucu bahkan mengharukan. Setelah bercerita barang kami di kumpulkan di
dalam trash bag. Dan di luar pemikiran kami ternyata setelah materi
barang-barang kami di bakar. Aku dan kawan di sebelahku sontak menangis.
Namanya juga itu barang kesayangan wajar kalau ada beberapa dari kami yang
menangis. Kami di ajarkan untuk ikhlas dan tidak menggantungkan diri kami hanya
pada benda karena itu hanya sebuah benda dan ada yang lebih besar dari bend itu
yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Walaupun akhirnya di mulut kami
berkata ikhlas namun kebanyakan belum ikhlas merelakan barang kesayangannya di
bakar.
Tidak lama berselang kami
melanjutkan kemateri selanjutnya yaitu pemanggungan. Kami berkumpul di kelompok
masing-masing dan membuat suatu cerita dalam waktu 15 menit dan
mempresentasikannya di depan teman-teman. Ceritanya seputar kegiatan kami
selama dua hari ini dan alam yang ada di sekitar kami saat itu.
Bersambung
Rabu, 09 Januari 2013
menunggu pagi
di derai hujan yang kian deras membasahi bumi
menumpahkan segala emosi
menuangkan segala kalut
aku masih terdiam di sudut semesta
mendengarkan suara rinai hujan
deras berhenti rintik-rintik
tak ada yang jelas
tak ada yang pasti kapan ia berhenti
ingatanku menembus lorong waktu
aku teringat dikala hujan bersamamu
hanya ada hujan tawa
hanya ada derai bahagia
masalalu kebanyakan memang manis
namun terlalu pahit untuk diusik
masih di rinai hujan ini
yang kian deras curahnya
udara begitu dingin menusuk ketulang
kapan rinai hujan ini berhenti?
tak ada yang tau
malam yang begitu kelam
hanya ada hujan angin dan langit yang gelap
tak ada bintang tak ada cahaya sang rembulan
kota ini seperti mati
tak ada cahaya pertanda bahagia
semua orang pergi meninggalkan kota ini
kota ini telah mati
mati dan hanya ada aku dan rinai hujan ini
tanpa bintang tanpa cahaya rembulan
ku tengok kedalam hati
rupanya ia juga telah mati
semua yang dicinta telah pergi
mungkin bukan pergi
tapi luka ini yang memaksa aku yang pergi
masih di rinai hujan ini
hujan yang perlahan gerimis lagi
langit masih gelap
aku masih sendiri disini di kota mati
tanpa cinta tanpa bahagia
hanya ada separuh hati yang tersisa
namun perlahan akan musnah digerogoti luka
aku bertahan sendirian
menunggu hujan ini usai
menanti langit yang cerah
dengan goresan warna merah di sana
aku menunggu pelangi setelah hujan di malam ini
mustahil memang
menanti yang tak akan pernah datang
karena pelangi bukan untuk langit malam
aku menunggu kamu
dan mustahil
kamu tak akan pernah datang
hanya untung sekeping hati yang hampir musnah digerogoti luka
aku sendiri melawan sepi
mencoba memahami maksud semesta
aku masih sendiri menunggu pagi
mungkin esok ia datang
dengan harapan yang baru
menolongku keluar dari kota mati
menumpahkan segala emosi
menuangkan segala kalut
aku masih terdiam di sudut semesta
mendengarkan suara rinai hujan
deras berhenti rintik-rintik
tak ada yang jelas
tak ada yang pasti kapan ia berhenti
ingatanku menembus lorong waktu
aku teringat dikala hujan bersamamu
hanya ada hujan tawa
hanya ada derai bahagia
masalalu kebanyakan memang manis
namun terlalu pahit untuk diusik
masih di rinai hujan ini
yang kian deras curahnya
udara begitu dingin menusuk ketulang
kapan rinai hujan ini berhenti?
tak ada yang tau
malam yang begitu kelam
hanya ada hujan angin dan langit yang gelap
tak ada bintang tak ada cahaya sang rembulan
kota ini seperti mati
tak ada cahaya pertanda bahagia
semua orang pergi meninggalkan kota ini
kota ini telah mati
mati dan hanya ada aku dan rinai hujan ini
tanpa bintang tanpa cahaya rembulan
ku tengok kedalam hati
rupanya ia juga telah mati
semua yang dicinta telah pergi
mungkin bukan pergi
tapi luka ini yang memaksa aku yang pergi
masih di rinai hujan ini
hujan yang perlahan gerimis lagi
langit masih gelap
aku masih sendiri disini di kota mati
tanpa cinta tanpa bahagia
hanya ada separuh hati yang tersisa
namun perlahan akan musnah digerogoti luka
aku bertahan sendirian
menunggu hujan ini usai
menanti langit yang cerah
dengan goresan warna merah di sana
aku menunggu pelangi setelah hujan di malam ini
mustahil memang
menanti yang tak akan pernah datang
karena pelangi bukan untuk langit malam
aku menunggu kamu
dan mustahil
kamu tak akan pernah datang
hanya untung sekeping hati yang hampir musnah digerogoti luka
aku sendiri melawan sepi
mencoba memahami maksud semesta
aku masih sendiri menunggu pagi
mungkin esok ia datang
dengan harapan yang baru
menolongku keluar dari kota mati
benci
aku benci
aku benci mencintai yang harus ku benci
aku benci karena mencintai yang membuatku terluka
aku mencinta untuk membenci
aku tak tau apa yang terjadi
aku benci untuk mencintaimu
kenapa harus kamu
kamu yang telah membuatku jatuh begitu dalam
kamu telah merusak hidupku
kenapa harus kamu?
kamu yang telah mematahkan impianku
kau yang telah membenciku dengan segala kebencianmu
dan aku yang begitu bodoh
tak mampu mengendalikan hatiku
tak mampu menghapus kenangan
dan aku lagi-lagi terjatuh
karena aku mencintaimu
dengan segala kebencianku
aku membenci untuk mencintaimu
kamu yang membuatku sakit
kamu yang bahkan pura-pura tak mengenalku
aku benci harus mencintai kamu
kamu yang harusnya ku benci
tapi masih kucinta
aku benci mencinta
aku benci mencintai yang harus ku benci
aku benci karena mencintai yang membuatku terluka
aku mencinta untuk membenci
aku tak tau apa yang terjadi
aku benci untuk mencintaimu
kenapa harus kamu
kamu yang telah membuatku jatuh begitu dalam
kamu telah merusak hidupku
kenapa harus kamu?
kamu yang telah mematahkan impianku
kau yang telah membenciku dengan segala kebencianmu
dan aku yang begitu bodoh
tak mampu mengendalikan hatiku
tak mampu menghapus kenangan
dan aku lagi-lagi terjatuh
karena aku mencintaimu
dengan segala kebencianku
aku membenci untuk mencintaimu
kamu yang membuatku sakit
kamu yang bahkan pura-pura tak mengenalku
aku benci harus mencintai kamu
kamu yang harusnya ku benci
tapi masih kucinta
aku benci mencinta
bertahan
masih di malam yang sama
malam yang begitu kelam
tanpa cahaya kehidupan
masih aku yang sama
aku yang menunggu kamu
dan masih kau yang sama
kau yang tak kunjung peka
harus bagaimana lagi aku lakukan
semua telah aku luapkan
dan masih kau yang tak kunjung mengerti
kau yang masih berharap padanya
dan aku yang masih menunggu kamu
aku lelah harus selalu ada untukmu
menjadi temanmu hanya saat kau butuh
menjadi pendengarmu
aku lelah hanya sebatas ini
aku ingin lebih dari ini
lebih dari teman
tak bisakah kau membelokkan perasaanmu kedia untukku
aku yang sejak dulu menanti
dia yang jelas telah pergi
dengan keindahanmu kau membutakanku
membuatku menjadi bodoh
aku mencintai yang bahkan mengacuhkanku
yang jelas-jelas tak membalas cintaku
aku mencintai yang membuatku sakit
yang membuatku terluka
membuatku gila
aku lelah sayang
lihatlah aku yang ada disini
aku yang selalu ada untukmu
bukan ia yang telah pergi
aku yang selalu setia untukmu
menjaga hatiku untukmu
walau kau tak pernah peduli
namun kau adalah sebagian dari hatiku
untuk sekarang dan esok
walau kau tak pernah peduli
kau tau aku terluka
dan tak ada yang peduli
dan kau dengannya
membuatku semakin terluka
malam yang begitu kelam
tanpa cahaya kehidupan
masih aku yang sama
aku yang menunggu kamu
dan masih kau yang sama
kau yang tak kunjung peka
harus bagaimana lagi aku lakukan
semua telah aku luapkan
dan masih kau yang tak kunjung mengerti
kau yang masih berharap padanya
dan aku yang masih menunggu kamu
aku lelah harus selalu ada untukmu
menjadi temanmu hanya saat kau butuh
menjadi pendengarmu
aku lelah hanya sebatas ini
aku ingin lebih dari ini
lebih dari teman
tak bisakah kau membelokkan perasaanmu kedia untukku
aku yang sejak dulu menanti
dia yang jelas telah pergi
dengan keindahanmu kau membutakanku
membuatku menjadi bodoh
aku mencintai yang bahkan mengacuhkanku
yang jelas-jelas tak membalas cintaku
aku mencintai yang membuatku sakit
yang membuatku terluka
membuatku gila
aku lelah sayang
lihatlah aku yang ada disini
aku yang selalu ada untukmu
bukan ia yang telah pergi
aku yang selalu setia untukmu
menjaga hatiku untukmu
walau kau tak pernah peduli
namun kau adalah sebagian dari hatiku
untuk sekarang dan esok
walau kau tak pernah peduli
kau tau aku terluka
dan tak ada yang peduli
dan kau dengannya
membuatku semakin terluka
Minggu, 06 Januari 2013
(LAGI-LAGI) RINDU
hujan sampaikan salamku pada rindu yang terbawa arus menuju laut lepas
pada uap yang telah menjadi air dan membasahi bumi aku rindu
Untuk langit kelabu yg tak sempat tersenyum pagi ini aku merindu
Untuk mentari yg tergantikan awan dan sesuatu yg kau sebut hujan aku rindu
Dan guratan merah dilangit pagi yg tak sempat mampir aku rindu
pada embun di kala pagi buta menitipkan rindu
pada suara ayam berkokok dikala fajar, adzan dari pengeras suara mesjid aku sangat merindu
aroma kopi di pagi hari dan wangi tubuhmu saat bangun tidur aku merindukannya
masih ada bekas bibirmu di sepotong roti yang tak sempat kau habiskan
bahkan untuk menghapus rinduku aku menjilati bekas bibirmu disana
aku merindu kepada kamu yang telah membuat aku kalut
aku rindu tawa yang pecah saat kau melihat ku bertingkah bodoh
aku rindu pelukan mu dibalik punggungku
aku rindu bahkan saat kita hanya saling diam menatap
pada wangi shampo yang kau gunakan
pada caramu mengacuhkan ku saat kau sibuk dengan duniamu pun aku rindu
aku rindu hal-hal yang sederhana
saat kau membangunkan ku di pagi buta lalu kau meninggalkanku sendiri diujung telfon
aku rindu setiap kata-kata rindu darimu
pada malam kau merindukanku aku rindu
aku rindu berebut tempat denganmu
aku rindu memelukmu dari belakang
aku rindu bertukar oksigen denganmu
bahkan saat kau membuatku menangis aku rindu
aku rindu untuk setiap rindu yang pernah terbalas
dan aku menahan rindu yang belum terbalas
ditepian hati rindu ini tumbuh semakin menyebar hingga stadium akhir
dan hanya butuh sebuah pelukan pemecah rindu
Untuk kamu lebih dari rindu semoga esok kita bertemu
pada uap yang telah menjadi air dan membasahi bumi aku rindu
Untuk langit kelabu yg tak sempat tersenyum pagi ini aku merindu
Untuk mentari yg tergantikan awan dan sesuatu yg kau sebut hujan aku rindu
Dan guratan merah dilangit pagi yg tak sempat mampir aku rindu
pada embun di kala pagi buta menitipkan rindu
pada suara ayam berkokok dikala fajar, adzan dari pengeras suara mesjid aku sangat merindu
aroma kopi di pagi hari dan wangi tubuhmu saat bangun tidur aku merindukannya
masih ada bekas bibirmu di sepotong roti yang tak sempat kau habiskan
bahkan untuk menghapus rinduku aku menjilati bekas bibirmu disana
aku merindu kepada kamu yang telah membuat aku kalut
aku rindu tawa yang pecah saat kau melihat ku bertingkah bodoh
aku rindu pelukan mu dibalik punggungku
aku rindu bahkan saat kita hanya saling diam menatap
pada wangi shampo yang kau gunakan
pada caramu mengacuhkan ku saat kau sibuk dengan duniamu pun aku rindu
aku rindu hal-hal yang sederhana
saat kau membangunkan ku di pagi buta lalu kau meninggalkanku sendiri diujung telfon
aku rindu setiap kata-kata rindu darimu
pada malam kau merindukanku aku rindu
aku rindu berebut tempat denganmu
aku rindu memelukmu dari belakang
aku rindu bertukar oksigen denganmu
bahkan saat kau membuatku menangis aku rindu
aku rindu untuk setiap rindu yang pernah terbalas
dan aku menahan rindu yang belum terbalas
ditepian hati rindu ini tumbuh semakin menyebar hingga stadium akhir
dan hanya butuh sebuah pelukan pemecah rindu
Untuk kamu lebih dari rindu semoga esok kita bertemu
sajak di kala malam
kau adalah fajar yang pertamakali muncul setelah gelap meliputi langit
kau adalah matahari yang terik menusuk hingga ketulang
kau adalah senja yang di lukis sang maha kuasa dilangit sore kala cerah
kau adalah bintang yang bersinar karena cahayamu sendiri
kau adalah rembulan yang memantulkan sinar sang matahari
dan kau terkadang menjadi hujan yang membasahi bumi
kau dengan segala lebihmu membuatku takluk
kau dengan segala pesonamu membuatku tak mampu berpaling
tapi kau dengan keacuhanmu membuatku ragu untuk bertahan
kau datang dengan harapan walau aku tak pernah berharap
kau pergi dengan meninggalkan sejuta tanya tanpa pernah aku tahu jawabannya
kau dengan segala keindahanmu membutakanku melumpuhkan logikaku walau kau tak mampu membuatku bertekuk lutut di hadapmu, tapi kau berhasil mengobrak-abrik benteng pertahananku untuk tak lagi mengenal cinta..
kau adalah candu di setiap ujung batang rokok yang kuhisap
kau adalah arak yang memabukkanku walau hanya seteguk
tapi kau pergi seperti buih di gelas berisi alkohol yang baru saja kutuang
aku benci karena aku lemah setiap kali jatuh, tapi aku menikmati setiap sakit karena mencintaimu
hidupku terombang ambing ketidakjelasan..cinta ku untukmu membuatku tak bernalar
aku lemah ketika aku harus kuat.. aku jatuh untuk kesekian kalinya tapi ini candu..
candu selalu menyakitkan walaupun itu nikmat.. tapi candu tak selamanya bisa hilang
kau adalah perusak sekaligus pencipta keindahan dalam hidupku..
kau menciptakan pelangi lalu kau rusak dengan awan kelam yang menutupinya
kau menciptakan malam lalu kau isi dengan bintang-bintang yang indah
dan aku tak sanggup menahan getir, aku mencinta tapi aku membenci
dua hal yang berlawanan tapi sangat dekat seperti aku dan kamu...
kau adalah matahari yang terik menusuk hingga ketulang
kau adalah senja yang di lukis sang maha kuasa dilangit sore kala cerah
kau adalah bintang yang bersinar karena cahayamu sendiri
kau adalah rembulan yang memantulkan sinar sang matahari
dan kau terkadang menjadi hujan yang membasahi bumi
kau dengan segala lebihmu membuatku takluk
kau dengan segala pesonamu membuatku tak mampu berpaling
tapi kau dengan keacuhanmu membuatku ragu untuk bertahan
kau datang dengan harapan walau aku tak pernah berharap
kau pergi dengan meninggalkan sejuta tanya tanpa pernah aku tahu jawabannya
kau dengan segala keindahanmu membutakanku melumpuhkan logikaku walau kau tak mampu membuatku bertekuk lutut di hadapmu, tapi kau berhasil mengobrak-abrik benteng pertahananku untuk tak lagi mengenal cinta..
kau adalah candu di setiap ujung batang rokok yang kuhisap
kau adalah arak yang memabukkanku walau hanya seteguk
tapi kau pergi seperti buih di gelas berisi alkohol yang baru saja kutuang
aku benci karena aku lemah setiap kali jatuh, tapi aku menikmati setiap sakit karena mencintaimu
hidupku terombang ambing ketidakjelasan..cinta ku untukmu membuatku tak bernalar
aku lemah ketika aku harus kuat.. aku jatuh untuk kesekian kalinya tapi ini candu..
candu selalu menyakitkan walaupun itu nikmat.. tapi candu tak selamanya bisa hilang
kau adalah perusak sekaligus pencipta keindahan dalam hidupku..
kau menciptakan pelangi lalu kau rusak dengan awan kelam yang menutupinya
kau menciptakan malam lalu kau isi dengan bintang-bintang yang indah
dan aku tak sanggup menahan getir, aku mencinta tapi aku membenci
dua hal yang berlawanan tapi sangat dekat seperti aku dan kamu...
banjir
senja tak menghampiri langit yang abu-abu.. hingga butiran-butiran hujan menghantam bumi mengisi ruang-ruang kosong dan menggenang.. kemana ia bermuara? tujuannya hanya kelaut lepas bebas dari segala sampah yg mencemari sucinya air hujan.. tapi belum sempat ia kelaut kesuciannya terenggut kotornya sampah manusia hingga ia hilang arah dan merusak segala yang ada disekitarnya.. semesta selalu mengerti manusia, tapi mengapa manusia tak pernah mengerti apa yg di beri semesta? saar kau rusak yabg bukan hakmu walau hanya setitik rusak lah segala kau miliki..
Jumat, 04 Januari 2013
(bukan) pelampiasan (?)
Nama aku mentari, aku mahasiswi salah satu universitas negeri di jakarta. aku suka puisi teater dan "dia". aku baru putus tiga bulan yang lalu dari mantanku. aku sendiri masih bingung apa aku udah bener-bener moveon dari dia apa aku cuman butuh pelampiasan. selama dua bulan ini aku tiap hari nangisin dia sehari bisa lebih dari 3 kali aku nangis karena inget dia. tapi dua belakangan aku lagi deket sama seseorang walaupun orang ini belum bisa bikin aku ga nangis kalo ingat mantan.
Namanya langit, dia mahasiswa s2 di kota kelahiranku, kita udah kenal sejak 2 tahun lalu tapi ga akrab. sebnernya sebelum sama mantanku aku lebih dulu naksir sama dia tapi belakangan aku tau dia udah punya pacar aku menjauh dan berusaha mencari yang lain. dari temen aku yang junior dia di kampus aku tau kalo dia udah putus sama pacarnya yang dulu dan aku sempet kepoin facebooknya dan akhirnya nemu pin bb nya dia. aku add pin bb nya dan nge-chat dia duluan dan diri situlah kami bisa deket. suatu hari aku cerita kedia soal mantan aku yang nge jauh dan pura-pura ga pernah kenal sama aku.
"kak, kalo kakak punya orang yang dulunya di sayang trus sekarang malah benci sama kakak, kakak bakalan gimana?"
"kakak bakalan nerima perlakuan dia toh itu hak dia"
"kakak ga mau berusaha jalin silaturahmi lagi?"
"pasti itu kakak lakuin, tapi kalo dia yang ga mau kakak bisa apa?"
"iya sih kak"
"kok kamu nanya gitu, emang ada yang kayak gitu ke kamu?"
"eh mmm iya kak ada"
"siapa? mantan kamu?"
"kok kakak tau?"
"kakak sih nebak aja dek, kakak juga lagi ngalamin kayak kamu"
"hah emang iya? kok ga cerita kak?"
"hehehe kakak sih udah ikhlas"
"aku susah kak kalau mau ikhlas"
"ya bisalah dek kalo kita niat"
"tapi kak.."
"ga ada tapi, inget dek masa depan itu didepan kan bukan di belakang"
"iya kak :)"
"udah gih sana kamu tidur besok kuliah kan?"
"hehehe siapp boss"
"good nite :)"
"iya kakak nite :)"
aku sama dia ga tiap hari bbm-an paling seminggu sekali atau dua minggu sekali kecuali kalo lagi sama-sama libur kita bisa bbm-an tiap hari. aku sih sebenarnya yang lebih sering curhat kedia dia paling curhat tentang kuliah, keluarganya, teman-temannya tapi dia ga pernah cerita soal mantan dia. padahal aku udah tau kalau kasus dia sama ku tuh sama kita sama-sama belum bisa ngelupain mantan.
Namanya langit, dia mahasiswa s2 di kota kelahiranku, kita udah kenal sejak 2 tahun lalu tapi ga akrab. sebnernya sebelum sama mantanku aku lebih dulu naksir sama dia tapi belakangan aku tau dia udah punya pacar aku menjauh dan berusaha mencari yang lain. dari temen aku yang junior dia di kampus aku tau kalo dia udah putus sama pacarnya yang dulu dan aku sempet kepoin facebooknya dan akhirnya nemu pin bb nya dia. aku add pin bb nya dan nge-chat dia duluan dan diri situlah kami bisa deket. suatu hari aku cerita kedia soal mantan aku yang nge jauh dan pura-pura ga pernah kenal sama aku.
"kak, kalo kakak punya orang yang dulunya di sayang trus sekarang malah benci sama kakak, kakak bakalan gimana?"
"kakak bakalan nerima perlakuan dia toh itu hak dia"
"kakak ga mau berusaha jalin silaturahmi lagi?"
"pasti itu kakak lakuin, tapi kalo dia yang ga mau kakak bisa apa?"
"iya sih kak"
"kok kamu nanya gitu, emang ada yang kayak gitu ke kamu?"
"eh mmm iya kak ada"
"siapa? mantan kamu?"
"kok kakak tau?"
"kakak sih nebak aja dek, kakak juga lagi ngalamin kayak kamu"
"hah emang iya? kok ga cerita kak?"
"hehehe kakak sih udah ikhlas"
"aku susah kak kalau mau ikhlas"
"ya bisalah dek kalo kita niat"
"tapi kak.."
"ga ada tapi, inget dek masa depan itu didepan kan bukan di belakang"
"iya kak :)"
"udah gih sana kamu tidur besok kuliah kan?"
"hehehe siapp boss"
"good nite :)"
"iya kakak nite :)"
aku sama dia ga tiap hari bbm-an paling seminggu sekali atau dua minggu sekali kecuali kalo lagi sama-sama libur kita bisa bbm-an tiap hari. aku sih sebenarnya yang lebih sering curhat kedia dia paling curhat tentang kuliah, keluarganya, teman-temannya tapi dia ga pernah cerita soal mantan dia. padahal aku udah tau kalau kasus dia sama ku tuh sama kita sama-sama belum bisa ngelupain mantan.
Langganan:
Postingan (Atom)