Luka yang kau toreh hampir mengering
lalu kau datang lagi dan merobeknya
dengan mata pisaumu menjadi luka yang baru
dan lebih perih
Apakah aku yang bodoh membiarkanmu
menggunakan pisaumu melukaiku (lagi)?
Ataukah kau yang terlalu tak peduli
sesakit apapun lukaku
Kebodohanku selalu membenarkanmu
Dan kesalahanku karena mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar