Jumat, 01 Februari 2013

rindu dan hujan

air mata mengalir di tengah rinai hujan
samar memang tak terlihat
rindu kian membuncah ketika pemecah rindu
ada di ujung mata
tapi tak sanggup kau gapai dengan segala upayamu
rindu yang candu kian menjadi racun
racun yang merusak sebelah hati
atau bahkan dua hati sekaligus
rindu tak hanya butuh mata untuk saling menatap
lisan untuk saling berucap
rindu butuh pelukan pemecah rindu
rindu yang memuncak perlahan2 menjadi luka
membuat luka sang pemilik rindu dan yg dituju
aku tak mengerti mengapa rindu masih ada
ketika lisan berucap benci
karena aku tak sanggup membaca hati
hati yang kian abu-abu
karena terkena racun rindu
jangan pernah menanyakan mengapa aku menangis
mengapa aku merindu
mengapa aku masih berharap dan bertahan
ketika sejuta luka datang sebelumnya
aku menikmati rindu tapi aku tak menikmati luka
karena bagiku penikmat luka adalah pecandu cinta
aku mencinta bukan untuk menjadi candu
aku mencinta untuk kembali menjadi "kita"
kepada kamu yang selalu mengisi rindu
menjadikannya racun namun tetap ku cinta
walau aku tak benar paham apa itu cinta
rindu ini selalu untuk kamu
dalam rinai hujan ini biarkan rindu mencari celah menuju pemiliknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar