saat rindu dinyalakan asapnya membakar hati
sel-sel rindu semakin menyempit memacu pilu yang kian mati
pikiran pun dipermainkan ego yang sakit jiwa
raga ini serasa terpisah dengan jiwanya
jiwa mengamuk menuntut rasa terbalas
dengan balasan yang tak menuntut balas
walau raga ini hanya bisa diam tak berkutik
suara suara berbisik
rindu hanya khayalanmu saja
jangan mau dipermainkan lara
pria saja tak pernah memikirkan rasa
jangan mau diperbudak pria
pria hanya budak nafsu
menjual janji-janji palsu
dengan mengobral cinta palsu
untuk memuaskan nafsu
itu bukan rindu
hanya sekadar candu palsu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar