saya
tidak mampu lagi mendefinisikan apa yang saya rasakan saat ini. tidak cukup
kata lelah, jemu, jenuh, untuk menjelaskannya. mungkin ini waktu dimana saya
merasa sudah sampai dititik kemampuan untuk bersabar. mungkin sudah habis
masanya untuk merasa kuat dan mampu. sudah saatnya untuk meluapkan apa yang
tidak pernah tersampaikan.
saya
pikir merasa kuat merasa bisa merasa mampu itu cukup untuk menghadapi segala
macam tantangan kehidupan.. saya salah.. bahkan usaha pun tidak cukup membuat
saya bertahan dengan ketegaran.. saya tidak paham apa yang kurang dari segala
usaha saya..
saya
tidak pernah lupa dengan Tuhan yang maha penguji hambanya. saya juga tidak
pernah lupa untuk bertindak daripada hanya memikirkan masalah..
kurang
apa dari segala usaha saya selama ini?
kenapa
lelah itu kini mencapai titik terjenuh nya?
Tuhan
memang tidak menjanjikan tidak akan menguji hambanya dengan ujian yang tidak
bisa hambanya lalui.. lantas apa yang saya rasakan kali ini? kenapa saya merasa
berada dititik teertinggi kemampuan saya untuk menghadapi semua pelajaran hidup
yang datang silih berganti, tapi rasanya saya sudah tidak sanggup lagi menghadapi
apa yang akan datang esok hari?
bukan
masalah cinta yang membuat saya akhirnya merasa paling lemah.. patah hati
hanya cerita lama.. bahkan gelombang ini lebih dahsyat menghanyutkan
kekuatan saya ke pulau anta berantah dan menenggelamkan semangat saya
untuk bertahan..
ternyata
begini rasanya merasa tidak berdaya.. bukan lagi karena patah hati.. itu
cerita beda dimensi.. beda masa... bukan lagi saatnya..
rasanya
ingin menyerah dan melepaskan semuanya..
tapi
bagaimana perasaan ayah ibu disana? mereka mengharapkan lebih dari ini.. tapi
bahkan mereka pun tidak mampu menguatkan, justru membuat semakin merasa
bersalah dan kian terpuruk...
bagaimana
caranya untuk kembali bangkit melawan perasaan dan hasrat ingin lenyap dari
muka bumi ini?
rasanya
ingin rehat sejenak dari kenyataan hidup.. melupakan sejenak apa yang menunggu
dihadapi.. rasanya ingin pergi ke negeri antah berantah tanpa membawa beban
hidup sedikit pun..
ini
lelah ini rindu yang ingin bebas... tapi inilah hidup yang minta dihadapi
dengan sejuta pelajarannya yang kadang membuat senang dan sedih..
mungkin
sekarang lebih baik berpura-pura mampu daripada menunjukkan ketidakmampuan itu
sendiri.. malu rasanya sama hidup.. walau memang sudah lelah dan ingin pergi tapi
belum saatnya.. sebelum membuat ayah ibu bangga dan mengakui kemampuan saya,
saya harus mampu bertahan dengan kepura-puraan merasa kuat..
T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar