Dear my real love
Tiara....
Ya ku tau nama itu yang selalu
buatku sedih, bukan karna kamu telah sakitiku, tapi karena....
Aku tak tau apakah aku pantas
mencintaimu, kau bagai burung merak yang jika mengembangkan ekornya semua mata
terpukau, seketika jagat raya hening , sedangkan aku hanya seekor burung kondor
nista tak berarti, yang selalu terseok akan kekejaman angin, jatuh terhempas
dikala malam tak bersahabat, dan terbuang jika telah menjadi mayat.
Aku
sadar.... tak mungkinlah Mutiara indah
sepertimu mau dengan kerikil kecil busuk yang retak di sana sini. Aku juga
menyadari..... aku tak mungkin sanggup membuatmu bahagia , yah selain karna
keburukan parasku juga karna, aku tak memiliki apa-apa bahkan untuk bernafaspun
aku hanya dapat meminta kepada alam.
Tapi.....
Taukah kamu wahai Mutiara hatiku, aku selalu berusaha
menjadi bintang terang yang selalu menunjukan jalan padamu di kala bintang lain
meredup dan menyesatkanmu, akupun selalu berusaha untuk menjadi bangku nan
nyaman bagimu, agar kau dapat berisitirahat dikala lelah menyelimuti tubuhmu
dan tak satupun bangku sedia untuk menentramkan tubuhmu.
Namun terkadang aku ingin menjadi
angin kencang dikala malam agar aku dapat meniup para nyamuk-nyamuk busuk yang
hendak mencelakakanmu di kala kau terlelap dan bermimpi suatu hal.
Ya....
memang aku sangatlah hina di banding buaya-buaya besar yang membawa emas dan
perak di sela-sela taringnya yang berjalan menelusuri daratan dan udara yang
siap menerkam siapa yang hendak tergoda dengan emas dan perak mereka. Akupun
lebih hina di banding para tikus-tikus tak bermoral mengoda dengan mulut di
penuhi madu hitam, dan mencuri dengan dasi-dasi sutra nan indah. Namun aku
selalu menunjukan kepada dirimu bahwa diriku masih bermanfaat bagimu, walau aku
hanya bisa menjadi keset yang terinjak-injak, akan ku bersihkan kakimu dari
kotoran-kotoran hina dan ku keringkan tetesan-tetesan air yang mendinginkan
kaki indahmu. Akupun menjadi sebuah sapu tangan kumal yang selalu bersedia
menghentikan aliran kesedihan di pipimu dikala sapu tangan lain menjauh darimu,
menghianatimu, dan menyakitimu.
Mutiara cintku.....
Sudikah sejenak kau menatapku,
menatap setiap hening di hatiku, menatap goresan-goresan darah di jiwaku, lalu
mengukir hati di dada kotorku? . karna selama ini kurasakan air jernih nan
bersih selalu mengalir menjauhkan kotoran-kotoran itu dari tubuhku, ya itu saat
kau manatapku, akupun merasakan angin segar yang mengembangkan paru-paruku yang
selama ini kering terciutkan oleh terpaan angin kotor kehidupan di kala aku
mendapati senyumanmu untukku.
Mutiara belahan jiwaku....
Aku tau jika aku bukanlah arjuna
sang pandawa tampan yang pandai memanah hati gadis-gadis, karna aku tak punya
panah sakti semacam itu yang ku punya hanya perisai kesetiaan yang siap
melindungimu dari anak panah-anak panah busuk yang hanya ingin manfaatkan
senyumanmu. Aku juga tak memiliki paras tampan yang dapat kau banggakan kepada
temanmu namun, aku memiliki jiwa indah yang siap menentramkanmu dikala dunia
ini tak lagi bersahabat denganmu. Akupun tak punya payung indah yang lindungimu
dari rintikan-rintikan hujan kesedihan, tapi aku selalu menjadi handuk serta
selimut yang siap mengeringkan kesedihan itu dan menjaga hatimu untuk selalu
hangat walau terkadang aku yang akan merasakan dinginnya kesedihan, dengan
senyummu ku kan menjadi hangat kembali.
Mutiara hidupku....
Aku selalu bedoa agar Venus
mengirimkan cupit-cupit nan cantik, beranak panahkan lembut datang
menghampirimu dikala kau terpejam didekatku, agar salah satu anak panahnya
nyasar mengenai hatiku dan hatimu hingga benang merahnya dapat menyatukan kedua
hati kita, walau aku tau tak pantas aku bagimu. Namun kejujuran hatiku tak
dapat ke bendung lagi, Mutiara.... aku
sangat mencintai dirimu selalu.
Ciputat, 26 Januari 13
Nb: happy holiday in makasar,,,,,
don’t forget back to ciputat because I do Miss U..
Ttd
orang yang setia mencintaimu.... elvath
orang yang setia mencintaimu.... elvath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar