Kamis, 24 April 2014

Dear Tiara



Dear my real love


Tiara....
Ya ku tau nama itu yang selalu buatku sedih, bukan karna kamu telah sakitiku, tapi karena....
Aku tak tau apakah aku pantas mencintaimu, kau bagai burung merak yang jika mengembangkan ekornya semua mata terpukau, seketika jagat raya hening , sedangkan aku hanya seekor burung kondor nista tak berarti, yang selalu terseok akan kekejaman angin, jatuh terhempas dikala malam tak bersahabat, dan terbuang jika telah menjadi mayat.
                Aku sadar.... tak mungkinlah Mutiara indah sepertimu mau dengan kerikil kecil busuk yang retak di sana sini. Aku juga menyadari..... aku tak mungkin sanggup membuatmu bahagia , yah selain karna keburukan parasku juga karna, aku tak memiliki apa-apa bahkan untuk bernafaspun aku hanya dapat meminta kepada alam.
                Tapi.....
Taukah kamu wahai Mutiara hatiku, aku selalu berusaha menjadi bintang terang yang selalu menunjukan jalan padamu di kala bintang lain meredup dan menyesatkanmu, akupun selalu berusaha untuk menjadi bangku nan nyaman bagimu, agar kau dapat berisitirahat dikala lelah menyelimuti tubuhmu dan tak satupun bangku sedia untuk menentramkan tubuhmu.
Namun terkadang aku ingin menjadi angin kencang dikala malam agar aku dapat meniup para nyamuk-nyamuk busuk yang hendak mencelakakanmu di kala kau terlelap dan bermimpi suatu hal.
                Ya.... memang aku sangatlah hina di banding buaya-buaya besar yang membawa emas dan perak di sela-sela taringnya yang berjalan menelusuri daratan dan udara yang siap menerkam siapa yang hendak tergoda dengan emas dan perak mereka. Akupun lebih hina di banding para tikus-tikus tak bermoral mengoda dengan mulut di penuhi madu hitam, dan mencuri dengan dasi-dasi sutra nan indah. Namun aku selalu menunjukan kepada dirimu bahwa diriku masih bermanfaat bagimu, walau aku hanya bisa menjadi keset yang terinjak-injak, akan ku bersihkan kakimu dari kotoran-kotoran hina dan ku keringkan tetesan-tetesan air yang mendinginkan kaki indahmu. Akupun menjadi sebuah sapu tangan kumal yang selalu bersedia menghentikan aliran kesedihan di pipimu dikala sapu tangan lain menjauh darimu, menghianatimu, dan menyakitimu.
                Mutiara cintku.....
Sudikah sejenak kau menatapku, menatap setiap hening di hatiku, menatap goresan-goresan darah di jiwaku, lalu mengukir hati di dada kotorku? . karna selama ini kurasakan air jernih nan bersih selalu mengalir menjauhkan kotoran-kotoran itu dari tubuhku, ya itu saat kau manatapku, akupun merasakan angin segar yang mengembangkan paru-paruku yang selama ini kering terciutkan oleh terpaan angin kotor kehidupan di kala aku mendapati senyumanmu untukku.
                Mutiara belahan jiwaku....
Aku tau jika aku bukanlah arjuna sang pandawa tampan yang pandai memanah hati gadis-gadis, karna aku tak punya panah sakti semacam itu yang ku punya hanya perisai kesetiaan yang siap melindungimu dari anak panah-anak panah busuk yang hanya ingin manfaatkan senyumanmu. Aku juga tak memiliki paras tampan yang dapat kau banggakan kepada temanmu namun, aku memiliki jiwa indah yang siap menentramkanmu dikala dunia ini tak lagi bersahabat denganmu. Akupun tak punya payung indah yang lindungimu dari rintikan-rintikan hujan kesedihan, tapi aku selalu menjadi handuk serta selimut yang siap mengeringkan kesedihan itu dan menjaga hatimu untuk selalu hangat walau terkadang aku yang akan merasakan dinginnya kesedihan, dengan senyummu ku kan menjadi hangat kembali.
                Mutiara hidupku....
Aku selalu bedoa agar Venus mengirimkan cupit-cupit nan cantik, beranak panahkan lembut datang menghampirimu dikala kau terpejam didekatku, agar salah satu anak panahnya nyasar mengenai hatiku dan hatimu hingga benang merahnya dapat menyatukan kedua hati kita, walau aku tau tak pantas aku bagimu. Namun kejujuran hatiku tak dapat ke bendung lagi, Mutiara.... aku sangat mencintai dirimu selalu.
Ciputat, 26 Januari 13

Nb: happy holiday in makasar,,,,, don’t forget back to ciputat because I do Miss U..


Ttd


orang yang setia mencintaimu.... elvath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar